Langsung ke konten
Ruko tua dan lalu lintas di Jalan Sulawesi, pusat Denpasar

Jalan Gajah Mada & Jalan Sulawesi

Jalan niaga lama: ruko, kopi, dan kain

Jalan Gajah Mada adalah tulang punggung niaga lama Denpasar, membentang dari Patung Catur Muka di Lapangan Puputan ke barat hingga Tukad Badung. Pada awal abad ke-20 di sinilah pedagang Tionghoa, Arab, dan India membuka toko di samping pasar Bali, dan jalan ini masih diapit ruko dari masa itu — sebagian dipugar dengan cermat, sebagian memudar — yang menjual emas, elektronik, obat, dan kopi.

Bercabang ke selatan di samping pasar adalah Jalan Sulawesi, jalan kain Denpasar. Toko demi toko dipenuhi hingga langit-langit dengan brokat untuk kebaya, renda, batik, dan tenun endek Bali. Menjelang upacara besar, jalan ini disesaki keluarga yang memilih kain untuk busana ke pura yang seragam.

Hal terbaik untuk dilakukan di Jalan Gajah Mada & Jalan Sulawesi

Susuri Jalan Gajah Mada dari ujung ke ujung

Hanya perlu 10–15 menit dari Patung Catur Muka ke sungai, tetapi mendongaklah: lantai atas masih memiliki daun jendela, balkon, dan plesteran lamanya. Trotoar telah dilebarkan dan jalan ini ditetapkan kota sebagai kawasan heritage.

Minum kopi di penyangrai lama

Sebuah kedai sekaligus penyangrai kopi yang sudah lama berdiri di Jalan Gajah Mada menjual kopi hasil Bali sejak 1930-an. Tempat yang baik untuk mencoba secangkir dan membeli biji atau bubuk kopi untuk dibawa pulang.

Berburu kain di Jalan Sulawesi

Kalaupun tidak membeli apa-apa, jalan ini adalah pelajaran tentang betapa seriusnya Bali memandang busana adat. Jika Anda memang ingin sarung, sehelai batik, atau kebaya, harga di sini umumnya lebih rendah daripada di kota-kota pantai, dan banyak toko bisa merekomendasikan penjahit.

Hubungkan dengan pasar dan lapangan

Gajah Mada menyambung dua bagian dari jalan-jalan klasik di kota tua: Pasar Badung di ujung sungai dan Lapangan Puputan bersama Museum Bali di ujung lainnya.

Patung Catur Muka bermuka empat di persimpangan samping Lapangan PuputanTukad Badung mengalir di antara bangunan di pusat Denpasar

Cara menuju Jalan Gajah Mada & Jalan Sulawesi

  • Jalan kaki: jalan ini bermula di sudut barat laut Lapangan Puputan. Jalan Sulawesi berbelok darinya sekitar 500 meter ke barat, tepat sebelum pasar.
  • Dengan mobil: jalan di pusat kota satu arah dan lambat; mintalah diturunkan di Lapangan Puputan atau Pasar Badung lalu berjalan kaki.
  • Dari Sanur: sekitar 20–30 menit dengan taksi atau mobil daring.

Tips orang dalam

  • Banyak toko tutup pada hari Minggu dan hari raya besar Bali; pagi hari kerja dan sore adalah waktu terbaik.
  • Kain dijual per meter. Ketahui kira-kira kebutuhan Anda — sekitar dua meter untuk satu sarung.
  • Jalan ini sangat ramai pada hari-hari menjelang Galungan dan upacara besar lainnya. Itulah saat paling berkesan, sekaligus paling lambat untuk dilalui.
  • Trotoar tidak rata di beberapa tempat dan lalu lintas tak pernah putus; menyeberanglah dengan hati-hati.

Tur & tiket terbaik untuk Jalan Gajah Mada & Jalan Sulawesi

Pengalaman dengan ulasan baik ini adalah cara termudah untuk melihat Jalan Gajah Mada & Jalan Sulawesi:

Babi guling utuh khas Bali yang disajikan dalam sebuah upacara Jalan kaki kuliner & pasar mulai €40
🕒 3 jam 📍 Dari Pusat Denpasar ⭐ 4.4 (63)

Tur Warisan & Kuliner Kaki Lima Bali di Pasar Badung Denpasar

Tur dengan ulasan terbanyak yang benar-benar berlangsung di dalam Denpasar. Pemandu lokal mengajak Anda menyusuri kios-kios Pasar Badung dan jalan niaga lama di sebelahnya, berhenti untuk mencicipi makanan sehari-hari warga kota sambil menjelaskan apa yang Anda lihat.

  • Jalan kaki berpemandu di Pasar Badung, pasar tradisional terbesar di Bali
  • Mencicipi hidangan Bali seperti babi guling dan jaje Bali
  • Jalan-jalan bersejarah di sekitar pasar bersama pemandu lokal
Gedung bertingkat Pasar Kumbasari di tepi Tukad Badung, Denpasar Jalan kaki malam privat mulai €39
🕒 4 jam 📍 Dari Pasar Badung, Denpasar ⭐ 3.5 (3)

Bali: Tur Jalan Kaki Malam Privat dengan Pengalaman Kuliner

Jalan kaki privat di pusat kota pada malam hari, memadukan pasar lokal yang ramai dengan cicip jajanan kaki lima dan bangunan bersejarah kota tua. Produk baru dengan ulasan yang masih sangat sedikit — baca ulasan terbaru sebelum memesan.

  • Berangkat dari Pasar Badung, pasar tradisional terbesar di Denpasar
  • Mencicipi jajanan kaki lima Bali
  • Pemandu privat, melewati bangunan bersejarah
Halaman dan gapura berukir di dalam Museum Bali, Denpasar Tur kota mulai €46
🕒 5 jam 📍 Dari Lapangan Puputan, Denpasar ⭐ 4.6 (38)

Denpasar: Tur Museum, Pasar Tradisional, dan Cicip Kuliner

Perkenalan setengah hari dengan pusat kota lama: lapangan tempat puputan 1906 dikenang, paviliun bergaya puri di Museum Bali, dan pasar di tepi Tukad Badung, diselingi perhentian kuliner. Pilihan tepat jika Anda ingin sejarah dan makanan dalam satu pemesanan.

  • Berangkat dari Lapangan Puputan di pusat kota
  • Kunjungan ke Museum Bali dan Pasar Kumbasari
  • Mencicipi makanan lokal sepanjang jalan

Ketersediaan langsung: tur di sekitar Jalan Gajah Mada & Jalan Sulawesi

Powered by GetYourGuide
Rencanakan hari Anda di Denpasar

Beri ibu kota Bali satu hari — ia menunjukkan pulau ini tanpa filter

Cicipi isi Pasar Badung, berjalan dari Lapangan Puputan ke Museum Bali, saksikan matahari terbit di jalur pantai Sanur, dan jadikan kota ini pangkalan untuk Ubud, Uluwatu, dan Nusa Penida. Bandingkan pengalaman dengan ulasan terbaik dan pesan dalam beberapa ketukan.

Perlu diketahui

Tanya jawab Jalan Gajah Mada & Jalan Sulawesi

Pertanyaan yang sering diajukan

Jalan Sulawesi terkenal karena apa?

Jalan ini adalah jalan tekstil Denpasar: puluhan toko menjual renda, brokat, batik, songket, dan endek, terutama kepada keluarga Bali yang membeli kain untuk busana upacara.

Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk Jalan Gajah Mada dan Jalan Sulawesi?

Sekitar satu jam untuk menyusuri keduanya dengan santai, lebih lama jika berbelanja. Kebanyakan orang menggabungkannya dengan Pasar Badung dan Lapangan Puputan dalam setengah hari.

Apakah kawasan ini aman untuk berjalan kaki?

Ya. Ini kawasan niaga yang ramai. Bahaya utamanya adalah lalu lintas dan trotoar yang tidak rata; jaga tas Anda seperti biasa di keramaian.